IBX59210191C95E4 Lancid - Sarehat Blog's

Lancid

Image result for Lancid 


Lansoprazole merupakan proton pump inhibitor yang bekerja menekan sekresi asam lambung secara spesifik dengan menghambat (H+/K+)ATP-ase (proton pump) dari sel-sel parietal pada mukosa lambung. Lansoprazole cepat diabsorpsi, kadar obat dalam serum dicapai 1,5 jam setelah obat diminum.
Lansoprazole menunjukkan bioavailibilitas yang tinggi (80-90%), sehingga sekresi asam lambung dapat segera dihambat. Pada dosis tunggal, Lansoprazole 30 mg dapat menghambat rangsangan sekresi asam lambung sekitar 80%. Lansoprazole dimetabolisme dalam hati dan diekskresikan terutama dalam feses; hanya sekitar 15 30% dari dosis diekskresikan dalam air seni. Waktu paruh plasma Lansoprazole dicapai sekitar 1,4 jam tetapi masa kerjanya lebih panjang. Sekitar 97 % Lansoprazole terikat pada protein plasma. Bersihan ginjal menurun pada pasien usia lanjut dan penderita gangguan hati.

Indikasi
Ulkus duodenum, ulkus gaster jinak, refluks esofagitis.

Dosis & cara pemberian
Dosis anjuran :
- Ulkus duodenum/refluks esofagitis: 1 kapsul sehari selama 4 minggu
- Ulkus gaster jinak: 1 kapsul sehari selama 8 minggu
- Pasien lanjut usia, pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal: tidak diperlukan penyesuaian dosis. Jangan melebihi 30 mg/hari.
Lancid® sebaiknya diminum pagi hari sebelum makan.

Kontra indikasi
Hipersensitif terhadap Lansoprazole

Perhatian
Hati-hati pada penggunaan jangka panjang
Wanita hamil dan menyusui: belum didapatkan data yang cukup tentang penggunaannya pada wanita hamil. Sebaiknya lansoprazole tidak digunakan selama hamil kecuali jika benar-benar diperlukan. Pada ibu yang sedang menyusui harus dipertimbangkan, apakah pemakaian obat yang dihentikan atau berhenti menyusui, tergantung pada pentingnya obat bagi si ibu. Keamanan dan efektifitas pada anak-anak belum dibuktikan.

Efek samping
Sakit kepala dijumpai lebih dari 1% kasus tetapi lebih banyak dijumpai pada pemberian plasebo. Kasus diare dijumpai baik pada pasien yang diberikan plasebo maupun Lansoprazole.

Efek samping lain yang terjadi pada pasien yang diberikan Lansoprazole (kurang dari 1 %): Reaksi mirip anafilaksis, asthenia, kandidiasis, nyeri dada (tidak spesifik), edema, demam, sindrom flu, halitosis, infeksi (tidak spesifik), malaise; Sistem Kardiovaskuler

- angina, gangguan serebrovascular, hipertensi/hipotensi, infark miokard, palpitasi, syok (kegagalan sirkulasi), vasodilatasi; Sistem Pencernaan

- melena, anoreksia, gangguan pencernaan, kardiospasme, kolelitiasis, konstipasi, mulut kering/haus, dispepsia, disfagia, bersendawa, stenosis esofagus, ulkus esofagus, esofagitis, perubahan warna pada feses, kembung, nodul gaster/polip kelenjar fundus, gastroenteritis, pendarahan gastrointestinal, hematemesis, peningkatan nafsu makan dan sekresi saliva, pendarahan rektum, stomatitis, tenesmus, kolitis ulserativa, muntah; Sistem Endokrin

- diabetes mellitus, goiter, hiperglikemia/ hipoglikemia ; Sistem Hematologik and Limfatik*

- agranulositosis, anemia, anemia aplastik, hemolisis, anemia hemolitik, leukopenia, neutropenia, pansitopenia, trombositopenia, trombotik trombositopenia purpura; Gangguan Metabolik - gout, peningkatan/penurunan berat badan ; Sistem Muskuloskeletal

- artritis / artralgia, nyeri muskuloskeletal, mialgia; Sistem Saraf

- agitasi, amnesia, ansietas, apati, bingung, depresi, dizziness/sinkope, halusinasi, hemiplegia, penurunan libido, gugup, parestesia, gangguan berpikir; Sistem Pernapasan

-  asma, bronkitis, batuk, dispnu, epistaksis, hemoptisis, hiccup, pneumonia, infeksi saluran pernafasan atas;  Kulit - jerawat, alopesia, pruritis, rash, urtikaria; Panca Indera

- pandangan kabur, gangguan pendengaran, sakit mata, gangguan penglihatan, otitis media, gangguan pengecapan, tinitus ; Sistem Urogenital - haid abnormal, albuminuria, pembesaran kelenjar mammae/payudara, glikosuria, hematuria, impotensi, kalkulus ginjal, retensi urin. Sebagian besar kasus hematologi tidak diketahui secara jelas hubungannya dengan lansoprazole.

Pemeriksaan Laboratorium
Perubahan-perubahan parameter laboratorium yang dilaporkan sebagai efek samping Lanzoprazole: Test fungsi hati yang abnormal, peningkatan SGOT (AST), SGPT (ALT), kreatinine, enzim alkaline fosfatase, globulin, GGTP, glukokortikoid, LDH, enzim gastrin, abnormal WBC, AG ratio, RBC, bilirubinemia, eosinofilia, hiperlipidemia, peningkatan/penurunan elektrolit, kolesterol, platelets.
Pada penelitian dengan plasebo sebagai kontrol diperoleh hasil bahwa pada 0.4 % (1/250) pasien yang mendapatkan plasebo dan 0.3% (2/795) pasien yang mendapat Lansoprazole enzim SGOT (AST) & SGPT (ALT)-nya 3 kali lebih besar dari batas atas normal. Tidak dijumpai pasien yang mengalami jaundice selama penelitian.

Interaksi Obat
Lansoprazole dimetabolisme di hati. Penelitian menunjukkan bahwa lansoprazole merupakan pemicu sitokrom P-450 yang lemah. Oleh karena itu, lansoprazole mungkin berinteraksi dengan obat-obat yang juga dimetabolisme di hati.
Hati-hati penggunaan Lansoprazole bersama-sama dengan kontrasepsi oral dan obat lain seperti : fenitoin, teofilin atau warfarin.
Tidak dijumpai secara bermakna efek klinis Lanzoprazole terhadap AINS atau diazepam.
Antasid dan sukralfat dapat mengurangi biovailabilitas Lansoprazole, sehingga sebaiknya diberikan 1 jam setelah pemberian Lansoprazole.

No comments

Powered by Blogger.