IBX59210191C95E4 Kanker kelenjar getah bening - Sarehat Blog's

Kanker kelenjar getah bening


Ada banyak sekali penyebab pembengkakan kelenjar getah bening, yang paling sering adalah infeksi, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Namun, ada penyebab lain yang lebih mengerikan dan serius, yaitu “Kanker Kelenjar Getah Bening” Kanker dapat muncul pada kelenjar getah bening melalui 2 cara, yaitu: Kanker yang berasal dari sel-sel dan jaringan kelenjar getah bening itu sediri. Lebih lanjut dikenal dengan kanker primer kelenjar getah bening. Timbulnya kanker sebagai akibat dari penyebaran kanker ke kelenjar getah bening dari organ tubuh lainnya, misalnya kanker payudara, paru-paru, kulit, dan sebagainya. Lebih lanjut disebut dengan kanker skunder.
Penyakit Kelenjar Getah Bening Beserta Ciri-cirinya:
- Kanker Primer Kelenjar Getah Bening Limfoma adalah kanker yang dimulai di sel-sel dari sistem limfatik atau getah bening. Sistem getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh, yang membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit. Karena jaringan getah bening ditemukan di semua bagian tubuh, maka limfoma dapat mulai dari bagian tubuh mana saja.
Ada dua jenis limfoma maligna, yaitu Limfoma Hodgkin dan Limfoma Non-Hodgkin. Penyakit kanker kelenjar getah bening ini dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.
Limfoma Non-Hodgkin dimulai ketika jenis sel darah putih, yang disebut sel T sel atau B, menjadi tidak normal. Sel membelah terus secara tak terkendali, sehingga jumlahnya melebihi normal. Sel-sel yang abnormal dapat menyebar ke hampir setiap bagian lain dari tubuh. Limfoma non-Hodgkin dapat menyebabkan banyak gejala, seperti: Pembengkakan kelenjar getah bening tanpa rasa sakit di leher, ketiak atau pangkal paha, Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, Demam, Berkeringat di malam hari, Batuk, kesulitan bernapas atau nyeri dada, Kelemahan dan kelelahan, Nyeri, bengkak atau rasa penuh di perut.
Limfoma Hodgkin Pada kanker kelenjar getah bening tipe Limfoma Hodgkin, sel darah putih limfosit memiliki ukuran abnormal, bahkan ada yang berukuran besar yang disebut sel Reed-Sternberg. Limfoma Hodgkin biasanya dapat disembuhkan. Tanda pertama dari Limfoma Hodgkin adalah pembengkakan kelenjar getah bening. Penyakit ini dapat menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya. Kemudian bisa menyebar ke paru-paru, hati, atau sumsum tulang. Gejala yang ditimbulkan oleh limfoma Hodgkin antara lain: Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan, Demam dan menggigil, Keringat malam, Berat badan menurun, Kehilangan selera makan, Kulit gatal.
Untuk mendiagnosis kanker kelenjar getah bening di atas, dokter memerlukan riwayat medis pasien, pemeriksaan, tes darah, dan biopsi kelenjar getah bening. Pengobatan tergantung pada seberapa jauh penyakit itu telah menyebar. Pengobatan meliputi terapi radiasi dan kemoterapi.
- Kanker kelenjar getah bening Sekunder berbeda dengan dua jenis kanker di atas, kanker kelenjar getah bening sekunder berasal dari organ tubuh lain yang menyebar ke kelenjar getah bening. Ketika sel-sel kanker tumbuh terus semakin besar, mereka dapat melakukan perjalanan ke area lain dari lokasinya saat ini, baik melalui aliran darah ataupun sistem getah bening. Sel-sel kanker dapat melakukan perjalanan melalui aliran darah untuk mencapai organ jauh. Jika mereka melakukan perjalanan melalui sistem getah bening, sel-sel kanker mungkin berakhir di kelenjar getah bening. Memang, sebagian kanker yang berjalan melalui sistem limfatik akan dimusnahkan oleh sel pertahanan tubuh, tapi ada juga yang lolos dan tumbuh menjadi kanker di tempat yang baru. Penyebaran kanker ke bagian tubuh lain ini disebut metastasis. Ciri-ciri Adanya Kanker Pada Kelenjar Getah Bening Tanda paling umum dari sel-sel kanker di kelenjar getah bening adalah berupa pembengkakan pada kelenjar getah bening yang umumnya teraba keras. Namun, jika hanya ada sejumlah kecil sel-sel kanker di kelenjar getah bening, maka bisa saja masih terlihat normal dan belum menimbulkan gejala lainnya. Pada kanker, pembengkakan kelenjar getah bening terjadi begitu cepat, di samping itu biasanya pasien akan mengalami demam, penurunan berat badan dan badan terasa lemah seperti telah disebutkan sebelumnya. Jika pembesaran kelenjar getah bening terjadi di dalam dada atau perut, maka itu bisa menimbulkan tekanan pada organ atau struktur di sekitarnya. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti sesak napas atau sakit punggung. Terkadang diperlukan alat pemeriksaan seperti CT-scan, MRI, dan USG untuk melihat ada atau tidaknya pembesaran kelenjar getah bening di organ-organ bagian dalam. Setelah dokter mencurigai adanya kanker, maka sejumlah kecil jaringan kelenjar getah bening yang membengkak itu akan diambil untuk diperiksa di bawah mikroskop oleh seorang dokter ahli patologi anatomi (PA) untuk dilihat apakah memang ada sel kanker atau tidak. Selanjutnya terapi kanker kelenjar getah bening akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan laboratorium termasuk tingkat keparahannya dan kondisi pasien.

No comments

Powered by Blogger.