IBX59210191C95E4 Dexamethasone - Sarehat Blog's

Dexamethasone

Dexamethasone merupakan kelompok obat kortikosteroid. Obat ini bekerja dengan cara mencegah pelepasan zat-zat di dalam tubuh yang menyebabkan peradangan.
Dexamethasone digunakan dalam menangani berbagai kondisi, misalnya penyakit autoimun seperti sarcoidosis dan lupus, penyakit inflamasi usus seperti ulcerative colitis dan penyakit Crohn, beberapa penyakit kanker, dan alergi.
Dexamethasone juga digunakan untuk mengatasi mual dan muntah akibat kemoterapi, mengobati hiperplasia adrenal kongnital, serta untuk mendiagnosis penyakit Cushing.
Dexamethasone digunakan untuk mengatasi alergi, mengobati inflamasi atau peradangan, meredakan pembengkakan otak, mengatasi edema makula, mengatasi mual dan muntah akibat kemoterapi, untuk mendiagnosis penyakit Cushing,dan mengatasi hiperplasia adrenal kongenital.
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Bentuk obat Tablet, cairan yang diminum, suntik dan infus Dexamethasone merupakan jenis obat terbatas dan hanya bisa dibeli dengan resep dokter. Selain berbentuk tablet dan cairan yang diminum, dexamethasone juga tersedia dalam bentuk suntik dan diperuntukkan bagi mereka yang mengalami kesulitan menelan obat atau bagi mereka yang membutuhkan penanganan cepat. Terdapat banyak merek obat-obatan dexamethasone.
Peringatan:
Untuk memastikan bahwa Anda dapat mengonsumsi dexamethasone dengan aman, informasikan kepada dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, depresi atau gangguan mental, infeksi herpes pada mata, gangguan otot, TB, diabetes, penyakit ginjal, gagal jantung, radang lambung, glaukoma atau katarak, penggumpalan darah, osteoporosis, gangguan tiroid, penyakit hati.
Hati-hati dan bicarakan dengan dokter sebelum menggunakan dexamethasone jika Anda berencana untuk hamil, sedang hamil atau menyusui.
Beri tahu dokter jika Anda baru saja atau akan menerima vaksin.
Beri tahu dokter jika Anda baru-baru saja berdekatan dengan penderita cacar air, campak atau cacar api. Pengguna dexamethasone perlu menghindari pengidap penyakit menular karena sistem kekebalan tubuh mereka melemah saat sedang mengonsumsi obat steroid.
Jangan menghentikan pengobatan secara langsung tanpa bertanya terlebih dahulu pada dokter karena berhenti secara tiba-tiba dapat menyebabkan masalah.
Jika terjadi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis dexamethasone akan tergantung pada penyakit atau gejala yang ditangani. Umumnya, dosis awal yang akan diresepkan dokter berada di antara 0.75-9 mg per harinya. Perlu diketahui bahwa dosis dexamethasone juga akan disesuaikan dengan perkembangan penyakit/gejala dan respons tubuh pasien terhadap obat ini. Untuk pengguna anak-anak, berat badan mereka juga perlu dipertimbangkan dalam menentukan dosis dexamethasone. Untuk informasi lebih lengkap, tanyakan pada dokter.
Mengonsumsi Dexamethasone dengan Benar
Sebelum mengonsumsi dexamethasone, baca terlebih dahulu informasi yang tertera di luar atau di dalam bungkus kemasan. Informasi yang tertera tersebut biasanya memberikan informasi lebih seputar dexamethasone itu sendiri, serta informasi mengenai efek samping konsumsi yang mungkin terjadi.
Konsumsilah dexamethasone sesuai takaran dosis dan frekuensi yang ditetapkan oleh dokter. Jika Anda tanpa sengaja lupa mengonsumsi satu dosis, segera konsumsi dosis yang tertinggal tersebut. Tapi jika sudah lewat satu hari, jangan mengonsumsi dua dosis sekaligus.
Jika dexamethasone yang diresepkan oleh dokter berbentuk tablet, konsumsilah dengan disertai air dan jangan mengunyahnya. Obat ini harus dikonsumsi bersamaan atau setelah Anda makan.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Dexamethasone
Dexamethasone dapat menyebabkan efek samping dan bentuk efek samping tersebut bisa berbeda-beda pada penggunanya. Ada beberapa efek samping yang mereda seiring dengan tubuh menyesuaikan diri dengan obat ini.
Beberapa efek samping dexamethasone yang umum adalah:
Badan terasa lelah atau lemas
Gangguan pola tidur
Sakit kepala
Vertigo
Keringat berlebihan
Jerawat
Kulit kering dan menipis serta gampang memar
Pertumbuhan rambut yang tidak biasa
Perubahan suasana hati seperti depresi dan mudah tersinggung
Mudah haus
Sering buang air kecil
Nyeri otot
Nyeri pada sendi atau/dan tulang
Sakit perut atau perut terasa kembung
Rentan terhadap infeksi

No comments

Powered by Blogger.